Entri Populer

Senin, 21 November 2011

MATERI PRAMUKA

Pengertian Keanggotaan dalam Gerakan Pramuka.

Sesuai dengan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka no. 203 tahun 2009, telah diatur tentang pengertian keanggotaan yang dimaksud adalah anggota dalam Gerakan Pramuka.
Anggota Gerakan Pramuka adalah perseorangan warga negara Indonesia yang secara sukarela dan aktif mendaftarkan diri sebagai Anggota Gerakan Pramuka, telah mengikuti program perkenalan kepramukaan serta telah dilantik sebagai anggota.
Anggota Gerakan Pramuka terdiri atas:
a.       Anggota Biasa
        Anggota Biasa Gerakan Pramuka terdiri atas:
1        1. Anggota muda : Siaga,  Penggalang, Penegak, dan Pandega
2        2. Anggota dewasa : anggota biasa yang berusia di atas 25 tahun.
Anggota dewasa terdiri atas:
a.     Anggota Dewasa biasa : anggota dewasa yang masih aktif sebagai fungsionaris  dalam organisasi, yaitu: Pembina, Pelatih, Pembina Profesional, Pamong Saka, Instruktur Saka, Andalan dan pembantu andalan, Mabi, Staf/ Karyawan Kwartir.
b.     Anggota Mitra : anggota dewasa yang tidak aktif sebagai fungsionaris dalam organisasi
b.      Anggota Luar Biasa
      adalah warga Negara asing yang menetap untuk sementara Waktu di Indonesia yang bergabung dan aktif dalam kegiatan kepramukaan.
c.       Anggota Kehormatan
      Adalah perorangan yang berjasa luar biasa terhadap Gerakan Pramuka dan kepramukaan.

Berikut Skema keangggotaan dalam Gerakan Pramuka :





Pengunaan Atribut Penggalang Putra

Pengunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putra
Suatu hari orang tua peserta didik bertanya tentang cara pemasangan tanda atribut pada pakaian pramuka, karena putra-putrinya telah menginjak usia Penggalang dan akan membuatkan baju untuk mereka. Menjelaskan satu persatu tanda – tanda pada atribut di pakaian Pramuka, memang tidak efektif. Maka muncullah ide bikin gambarnya, seperti di bawah ini, tentu saja berdasarkan pada PP tentang tanda umum gerakan pramuka. Semoga bermanfaat.
( Tanda lokasi/ wilayah, satuan dan badge daerah sekedar contoh, diambil dalam satu wilayah ).

Penggunaan Atribut Penggalang Putri

Penggunaan Tanda Umum/ Atribut pada Seragam Pramuka Penggalang Putri
Suatu hari orang tua peserta didik bertanya tentang cara pemasangan tanda atribut pada pakaian pramuka, karena putra-putrinya telah menginjak usia Penggalang dan akan membuatkan baju untuk mereka. Menjelaskan satu persatu tanda – tanda pada atribut di pakaian Pramuka, memang tidak efektif. Maka muncullah ide bikin gambarnya, seperti di bawah ini, tentu saja berdasarkan pada PP tentang tanda umum gerakan pramuka. Semoga bermanfaat.
( Tanda lokasi/ wilayah, satuan dan badge daerah sekedar contoh, diambil dalam satu wilayah ).

Seragam Harian Pramuka Penggalang

Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara.
Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang.
1) Tutup kepala:
a) berbentuk baret berwarna coklat tua.
b) dikenakan dengan tepi mendatar, bagian atasnya ditarik miring ke kanan
c) tanda topi terletak di sebelah kiri.
2) Baju pramuka/kemeja:
a) dibuat dari bahan berwarna coklat muda
b) berbentuk kemeja lengan pendek
c) kerah baju model kerah dasi
d) memakai lidah bahu
e) diberi buah baju (kancing)
f) memakai dua saku di dada kiri dan kanan
g) tengah saku diberi lipatan
h) memakai tutup saku
i) dikenakan di dalam celana
3) Celana pramuka:
a) dibuat dari bahan berwarna coklat tua
b) berbentuk celana pendek sebatas lutut
c) memakai dua saku samping kiri dan kanan serta dua saku dibagian belakang dengan memakai tutup dan buah baju (kancing)
d) diberi kantong timbul di samping kiri dan kanan
e) memakai ikat pinggang, berwarna hitam
f) pada bagian ban celana dibuat tempat ikat pinggang
g) pada bagian depan celana memakai retsleting
4) Setangan leher:
a) dibuat dari bahan berwarna merah dan putih
b) berbentuk segitiga sama kaki
c) (1) sisi panjang 100 – 120 cm dengan sudut 90º
(2) panjang sisi setangan-leher dapat disesuaikan dengan tinggi badan pemakai
d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher
e) dikenakan di bawah kerah baju
f) setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaian tampak rapih
g) cara melipat setangan leher sama dengan setangan leher Pramuka Siaga
5) Kaos kaki:
a) kaos kaki panjang (+ 5 cm dibawah lutut)
b) berwarna hitam
6) Sepatu:
a) model tertutup
b) warna hitam
c) bertumit rendah.
Contoh Pola Pakaian Seragam Harian Pramuka Penggalang putra.
 

Seragam Kegiatan Anggota Pramuka

Pakaian Seragam Kegiatan.
a. Pada saat melakukan kegiatan berkemah, olahraga, kerja bakti, dan lain-lainnya, dapat mengenakan pakaian seragam kegiatan.
b. Pakaian seragam kegiatan tidak merupakan keharusan, tetapi diatur dalam petunjuk ini dengan maksud untuk menjamin keseragaman, keserasian, kepantasan, dan
kepraktisan.
c. Pakaian Seragam Kegiatan meliputi:
1) Tutup kepala diberi lambang Gerakan Pramuka
2) Baju dari bahan kaos lengan pendek/panjang disertai lambang Pramuka.
3) Celana panjang.
4) Setangan leher berbentuk segitiga.
5) Kaos kaki dan sepatu.
6) Warna tutup kepala, baju, celana, setangan leher, kaos kaki dan sepatu bebas, namun seragam untuk setiap kesatuan.
Pakaian Seragam Kegiatan Putra :
 
Pakaian Seragam Kegiatan Putri : 

Pakaian Seragam Tambahan Putri

Pakaian Seragam Tambahan.
a. Pakaian Seragam Tambahan pada dasarnya dapat dikenakan oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka, seperti jas/blazer, jaket, rompi dilengkapi dengan tanda-tanda Gerakan Pramuka dan pita leher harus terlihat.
b. Pakaian Seragam Tambahan untuk kegiatan kepramukaan di luar negeri:
1) sama dengan pakaian seragam harian sebagaimana tersebut di atas, hanya diberi badge sesuai ketentuan.
2) untuk peserta konferensi, seminar dan kegiatan yang sifatnya tidak di lapangan,memakai jas/blazer warna coklat tua.
3) khusus untuk di daerah dingin atau musim dingin dapat memakai jaket/rompi dan bagi Siaga/Penggalang dapat memakai celana panjang warna coklat tua.
Pola Pakaian Seragam Tambahan Blazer Puteri :
 
Pola Pakaian Seragam Tambahan Rompi Puteri :
 

Pakaian Seragam Tambahan Putra

Pakaian Seragam Tambahan.
a. Pakaian Seragam Tambahan pada dasarnya dapat dikenakan oleh seluruh anggota Gerakan Pramuka, seperti jas/blazer, jaket, rompi dilengkapi dengan tanda-tanda Gerakan Pramuka dan pita leher harus terlihat.
b. Pakaian Seragam Tambahan untuk kegiatan kepramukaan di luar negeri:
1) sama dengan pakaian seragam harian sebagaimana tersebut di atas, hanya diberi badge sesuai ketentuan.
2) untuk peserta konferensi, seminar dan kegiatan yang sifatnya tidak di lapangan,memakai jas/blazer warna coklat tua.
3) khusus untuk di daerah dingin atau musim dingin dapat memakai jaket/rompi dan bagi Siaga/Penggalang dapat memakai celana panjang warna coklat tua.
Pola Pakaian Seragam Tambahan Jas/ Putera :
 
Pola Pakaian Seragam Tambahan Rompi/ Putera :
 

Seragam Pramuka Harian Pembina, andalan,Mabi Putra


Pakaian Seragam Harian, adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara.

Pakaian Seragam Harian Pembina Pramuka, Andalan dan anggota Majelis Pembimbing.
1) Tutup kepala:
a) dibuat dari bahan berwarna hitam polos (tanpa hiasan),
b) berbentuk peci nasional
c) pada sudut kiri depan peci dikenakan tanda topi warna kuning emas.
2) Baju pembina pramuka, andalan dan anggota majelis pembimbing/kemeja: Sama seperti pakaian seragam harian Pramuka Penegak/Pandega.
3) Celana pembina pramuka, andalan dan anggota majelis pembimbing:
a) dibuat dari bahan warna coklat tua
b) bentuk celana panjang
c) memakai dua saku samping kiri dan kanan serta dua saku dibagian belakang dengan memakai tutup dan buah baju (kancing)
d) memakai ikat pinggang, berwarna hitam
e) pada bagian ban celana dibuat tempat ikat pinggang
f) pada bagian depan celana memakai retsleting
4) Setangan leher;
a) dibuat dari bahan berwarna merah dan putih
b) berbentuk segitiga sama kaki
c) (1) sisi panjang 120 – 130 cm dengan sudut 90º
(2) panjang sisi setangan leher disesuaikan dengan tinggi badan pemakai.
d) dikenakan dengan cincin (ring) setangan leher
e) dikenakan di bawah kerah baju
f) setangan leher dilipat sedemikian rupa sehingga warna merah putih tampak dengan jelas, dan pemakaian tampak rapih
g) cara melipat setangan leher sama dengan setangan leher Pramuka Siaga
5) Kaos kaki;
a) kaos kaki pendek
b) warna hitam
6) Sepatu:
a) model tertutup
b) dibuat dari kulit, warna hitam
c) bertumit rendah
Contoh Pola Pakaian Seragam Harian Pembina Pramuka, Andalan dan anggota Majelis Pembimbing putra.
 



Trik cepat hapal morse

Kadang kita kesulitan menghapal atau mengingat kembali isyarat morse, padahal besok mau ikut lomba Galang apalagi jarang berlatih secara periodic. Berikut ini tips menghapal morse dengan cepat. Lihat gambar di bawah ini :
 


Petunjuk Penggunaan :
1. Gambar di atas terbagi menjadi dua bagian, kanan, dan kiri.
2. Cara membacanya dari atas ke bawah.
3. Blok putih menunjukkan kode titik (  .  ) dan blok hitam kode strip (  -  ).
4. Contoh sebelah kiri: Jika isyarat menunjukan satu kali putihsama dengan satu kali titik artinya huruf E.
Contoh lain : ( dibaca dari atas, ya ) putih-putih-putih-putih artinya 4 titik ( …. )
Berarti huruf H.
Contoh lagi : hitam-hitam-putih artinya 2 strip 1 titik (  - - . ) berartihuruf G
5. Ingat blok sebelah kiri selalu diawali dengan blok Titik ( Putih ) dan blok kanan selalu diawali dengan blok strip ( Hitam ).

Selamat mencoba, beritahukan teman-temanmu dan ajaklah belajar morse bersama.


Perubahan Kode Kehormatan ( Satya ) Pramuka

Menjelang kegiatan Ulang Janji pada peringatan Hari Pramuka yang lalu, nampak 2 orang pembina tengah berdebat hangat, keduanya membincangkan penggunaaan bunyi/ kata satya yang akan dibacakan oleh pembina upacara yang diikuti oleh seluruh peserta Upacara Ulang Janji/ Renungan. Setelah ditelusuri ternyata ada yang berbeda kata pada kode kehormatan / Satya Pramuka.
Berikut perbedaannya :
AD GERAKAN PRAMUKA
KEPRES NO 24 TAHUN 2009
UU NO 12 TAHUN 2010
TENTANG GERAKAN PRAMUKA
Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
Kode kehormatan pramuka merupakan janji dan komitmen diri serta ketentuan moral pramuka dalam pendidikan kepramukaan. Kode kehormatan pramuka terdiri atas Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
Trisatya
     Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-   Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
 Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
-   Menepati Dasadarma..
Satya Pramuka
“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh Menjalankankewajibanku terhadap  Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan RepublikIndonesia, mengamalkan Pancasila,menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepatiDarma Pramuka .

Akhirnya mereka bermusyawarah sebentar untuk membuat kesepakatan bersama, dengan menggunakan Satya Pramuka seperti yang tercantum dalam UU No. 12 tahun 2010.
Namun bagaimana jika menggunakan Tri Satya yang terdahulu, ini juga diperbolehkan mengingat pada Bab VIII, pasal 47 ayat d menyatakan bahwa :  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi sebagaimana dimaksud dalam huruf a wajib disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang ini dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Undang- Undang ini diundangkan, artinya bahwa diberikan waktu selambatnya 2 tahun untuk melakukan penyesuaian AD/ART Gerakan Pramuka, untuk itu sampai saat ini kita masih dapat menggunakan AD dan ART ( Kepres No 24 Tahun 2009 dan SK Kwarnas 203 tahun 2009 ) sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan Pramuka sehari-hari.
Maka dan selanjutnya tidak perlu berdebat lagi mana yang paling benar, hal ini karena kedua-duanya benar dan keduanya memiliki dasar hukum yang kuat dan keduanya telah diatur dalam UU Gerakan Pramuka.

Kelapa, Pohon serba Guna

Pohon kelapa yang disebut juga dengan pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Sangat banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pohon kelapa. Mulai dari batang, daun dan buahnya, semua dapat dimanfaatkan. Mungkin karena manfaatnya sangat banyak, pohon kelapa dijadikan logo "Praja Muda Karana" (Pramuka) di Indonesia. Dalam klasifikasi tumbuhan, pohon kelapa termasuk dalam genus : cocos dan species : nucifera. Nah, sekarang mari kita bahas satu persatu bagian dan manfaat dari pohon kelapa.

Bagian-bagian Kelapa
Buah kelapa
Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga.
Kulit luar
Kulit luar merupakan lapisan tipis (0,14 mm) yang mempunyai permukaan licin dengan warna bervariasi dari hijau, kuning sampai jingga, tergantung kepada kematangan buah. Jika tidak ada goresan dan robek, kulit luar kedap air.
Sabut kelapa.
Sabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35 % dari berat keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat adalah bagian yang berharga dari sabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525 gram (75 % dari sabut), dan gabus 175 gram (25 % dari sabut).
Tempurung
Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung. Berat tempurung sekitar 15~19 % dari berat keseluruhan buah kelapa.
Kulit daging buah.
Kulit daging buah adalah lapisan tipis coklat pada bagian terluar daging buah.
Daging buah.
Daging buah merupakan lapisan tebal (8~15 mm) berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 35 %). Pada tabel 2 dapat dilihat komposisi zat gizi daging buah kelapa.
Air kelapa.
Air kelapa mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak dan beberapa mineral. Kandungan zat gizi ini tergantung kepada umur buah. Air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco.

Manfaat Pohon Kelapa
Ada beberapa komoditi yang dapat diperoleh dari pohon kelapa, yaitu batang, daun, nira dan bagian-bagian.
Batang
Batang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik
Daun
Daun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate).
Nira
Nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung gula pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan memotong bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan akan menetes cairan nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan untuk menguapkan airnya sehingga konsentrasi gula meningkat dankental. Bila didinginkan, cairan ini akan mengeras yang disebut gula kelapa. Nira juga dapat dikemas sebagai minuman ringan.
Buah
Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali
Tempurung kelapa
Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan.
Daging kelapa
Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai.
Air kelapa
Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan sebagai media pada fermentasi nata de coco.

Poster Ajakan Presiden RI

POSTER AJAKAN PRESIDEN RI TENTANG REVITALISASI GERAKAN PRAMUKA
 
Warna dan Arti Warna

Dalam Lingkungan Gerakan Pramuka kita mengenal beberapa warna termasuk arti warnanya. Warna yang memiliki arti kiasan sangat membantu dalam menciptakan sebuah gambar agar lebih bermakna dan memberikan motivasi bagi penggunanya.
Berikut ini beberapa jenis warna dan arti warna di dalamnya :



NO

JENIS WARNA

ARTI WARNA

1
Merah
a. keberanian
b. dinamika
c. wanita
d. surya (matahari)
e. kasih sayang

2
Putih
a. kemurnian
b. kebersihan
c. kesucian
d. kewajiban
e. prasahajaan
f. pria
g. Candera (bulan)

3
Kuning
a. kejayaan
b. kebesaran
c. keemasan

4
Hijau
a. keagungan
b. kesejahteraan
c. kebijaksanaan
d. kecerdasan
5
Biru
a. daratan
b. kemakmuran
c. keta’atan
d. taqwa
6
Biru tua
a. laut
b. kesetiaan
c. ketekunan
d. ketabahan
7
Hitam
a. kedalaman
b. kesungguh-sungguhan

Sumber :
Lampiran I Kepres RI No. 448 tahun 1961

Mascot Pramuka


Di setiap event / kegiatan besar saat ini pramuka tidak hanya menggunakan logo saja, tetapi sudah berkembang dengan diciptakannya semacam mascot atau bentuk gambar kiasan berupa gambar kartun maupun binatang. Hal ini merupakan upaya agar para peserta kegiatan lebih termotivasi dan bersemangat dakam melaksanakan di setiap event Kepramukaan. Bentuk atau ciri yang digunakan disesuaikan dengan ciri khas masing masing daerah yang ketempatan kegiatan besar tersebut. Boleh gambar kartun binatang yang merupakan ciri satwa langka yang tengah di lestarikan di wilayah tersebut atau gambar lainnya yang merupakan pelestarian budaya seperti tampak pada gambar di bawah ini :
atau  mascot lainnya yang pernah dipakai di tingkat  Kwartir Daerah, seperti di bawah ini
Dengan adanya mascot kegiatan dapat mengambarkan suatu kreatifitas dalam kegiatan tersebut di samping upaya mengenalkan ciri khas, budaya atau lainnya yang dapat mengenalkan suatu daerah dan akan selalu diingat bagi para peserta kegiatan yang terlibat di dalamnya.
Untuk mendapatkan gambar yang lebih gede, silahkan klik disini 

Mengatur Letak Bendera

Tata cara penggunaan Bendera Kebangsaan Merah Putih sudah diatur melalui Peraturan Pemerintah No. 40 Tahun 1958.
Bendera Kebangsaan memiliki kedudukan lebih tinggi dibanding dengan bendera lainnya seperti bendera organisasi organisasi di Indonesia termasuk bendera Gerakan Pramuka.
Karena itu dalam lingkungan Gerakan Pramuka pengaturan sedemikian rupa sehingga tidak merubah kedudukan Bendera Kebangsaan yakni Bendera Merah Putih.
Biasanya Bendera Merah putih  diletakkan paling kanan dengan tiang lebih tinggi. Jika memiliki standar bendera tunggal, lebih baik digunakan. Namun apabila hanya punya satu standar bendera dengan banyak tempat ( Lubang Tempat Bendera ) dapat diatur seperti tampak dalam gambar. Dimanapun dan kapanpun, Merah Putih selalu mendampingi setiap gerak langkah Pramuka.

Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

BERPRILAKU BAIK MELALUI UCAPAN, PERBUATAN, DAN SEGALA BENTUK AL-MA’RUF


Diantara sarana untuk menghilangkan kegundahan, kesedihan dan kegelisahan adalah : Berprilaku baik kepada orang lain melalui ucapan, perbuatan dan segala bentuk al-ma’ruf (kebajikan). Semua itu adalah kebaikan untuk diri dan tindak kebajikan untuk orang lain. Lantaran kebajikan itu dan sesuai dengan kadar kebajikan itu jua, Allah menangkis segala kegundahan dan kesedihan, baik untuk orang yang berprilaku baik atau untuk orang yang jahat. Hanya saja, yang diperoleh orang mu’min lebih sempurna. Ia unggul karena kebaikannya timbul dari keikhlasan dan keberharapan hanya pada pahala Allah. Karena ia mengharapkan yang baik, maka Allah memudahkan baginya berprilaku baik. Dan, karena ikhlas dan hanya mengaharap pahala dari Allah, maka Allah menangkis untuknya segala cobaan berat. Allah berfirman.

“Artinya : Tidak ada kebaikan pada kebanyakan pembicaraan-pembicaraan antara mereka, kecuali pembicaraan orang yang menyuruh (manusia) bersedekah, atau melakukan kebajikan, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami mengaruniakan kepadanya pahala yang besar” [An-Nisaa : 114]

Allah Subhanahu wa Ta’ala menerangkan, bahwa itu semua adalah suatu kebaikan yang timbul dari pelakunya. Sedangkan suatu kebaikan akan menghasilkan kebaikan dan menangkis keburukan. Dan bahwasanya orang mu’min yang hanya berharap pahala Allah akan dianugrahi olehNya pahala yang agung. Termasuk pahala agung itu adalah hilangnya kegundahan, kesedihan, keruwetan hati dan semacamnya.

Menyusun Tata Upacara HUT Pramuka

Bikin Susunan/ tata Upacara banyak ketentuan dan aturan yang dijadikan dasar menyusun sebuah tata Upacara. Di bawah ini hanya contoh yang mungkin bisa digunakan di Tingkat Ranting/ Cabang/ Daerah, tetapi tentu saja disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan setempat.
SUSUNAN TATA UPACARA
PERINGATAN HARI PRAMUKA KE-…. TAHUN 200..
KWARTIR/ GUGUS DEPAN ………….……………….
-------------------------------------------------------------------------------------
I. HARI, TANGGAL, JAM, TEMPAT :
a.. H a r i    :
b. Tanggal : 14 Agustus 200…….
c. Pukul     : 08.00 WIB.
d. Tempat :
II. PEJABAT/PETUGAS UPACARA :
a. Pembina Upacara :
b. Pengatur Upacara :
c. Pendamping Bin Up :
d. Pemimpin Upacara :
e. Pin Barisan / Pasukan I :
f. Pin Barisan / Pasukan II :
g. Pin Barisan / Pasukan III :
h. Pembawa Acara :
i. Pembaca Do’a :
j Pengucap UUD 45 :
k. Pengucap Pancasila :
l. Pengucap Dasadarma :
m. Pengucap Dwidarma :
n. Pembawa Tanda Penghargaan :
PESERTA  UPACARA DAN UNDANGAN :
a. Peserta Upacara
    terdiri dari    :  
    Pakaian       : Seragam Pramuka.
b. Undangan : Lembaga/ Instansi terkait.
     Pakaian     : Seragam Pramuka/ Menyesuaikan.
URUTAN TATA UPACARA :
                  1. PENDAHULUAN :
        ( 07.30 ) : Para peserta Upacara dan tamu undangan telah
                    siap di tempat upacara.
               ( 07.50 ) : Pemimpin upacara memasuki tempat Upacara langsung mengambil alih pasukan.
( 08.00 ) : Bapak ……………………. beserta rombongan tiba di tempat Upacara, menuju mimbar 1/ undangan
2. ACARA POKOK :
                       (08.00-08.45) :
Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-…. Tahun  200……. tingkat ...……dimulai.
1. Bapak/ Kakak ……………………………… selaku Pembina Upacara berkenan menempatkan diri di Mimbar Upacara, hadirin dimohon berdiri.
2. Menyanyikan lagu Satya Darma Pramuka.
3. Penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara.
4. Laporan pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara.
5. Pengibaran Bendera Merah Putih dipimpin oleh Pemimpin Upacara.
6. Mengheningkan cipta dipimpin oleh Pembina Upacara.
7. Pengucapan :
- Pembukaan UUD 1945.
- Pancasila.
- Dasadarma.
- Dwi Darma.
8. Hadirin dimohon duduk kembali.
9. Amanat Pembina Upacara
10. Hadirin dimohon berdiri.
11. Menyanyikan lagu Bagimu Negeri.
12. Pembacaan Do’a.
13. Laporan Pemimpin Upacara kepada Pembina Upacara.
14. Penghormatan pasukan kepada Pembina Upacara.
15. Bapak ……………………….. selaku Pembina Upacara berkenan kembali ke tempat Mimbar Undangan.
16. Hadirin dimohon duduk kembali.
17. Pasukan dapat diistirahatkan.
3. PENGANUGRAHAN TANDA PENGHARGAAN PRAMUKA :
( 08.45 – 09.00 )
a. Pembacaan Surat Keputusan.
b. Kakak-Kakak yang akan menerima Penghargaan menempatkan diri.
c. Bapak ………………………… untuk berkenan menyematkan Tanda Penghargaan Pramuka.
d. Bapak ……………………. berkenan kebali ke tempat semula.
e. Kakak-Kakak penerima Penghargaan kembali ke tempat semula.
4. PEMBERIAN TROPY KEJUARAAN
( 09.00 – 09.15 )
a. Pembacaan Surat Keputusan.
b. Bapak/ Kakak ………………..yang meneima Kejuaraan menempatkan diri.
c. Bapak ………………..selaku Ketua Majelis Pembimbing ………… Gerakan Pramuka untuk berkenan menyerahkan Tropy Kejuaraan
d. Bapak ………………..berkenan kebali ke tempat semula.
5. UPACARA SELESAI :
1. Bapak ………………….. beserta rombongan berkenan meninggalkan tempat Upacara.
2. Pasukan dapat dibubarkan.
                                                                   Pengatur Upacara
                                                                                      ………………………………….

Keterangan :
1. Tata Upacara disusun berdasarkan situasi dan kebutuhan setempat tanpa mengurangi prinsip prinsip penyelenggaraan Upacara di Lingkungan Gerakan Pramuka.
2. Sebelum memasuki acara pokok, dapat pula disisipi laporan kesiapan oleh Ketua Kwartir/ ketua Panitia Peringatan HUT Pramuka.
3. Pembacaan Surat Keputusan Tanda Penghargaan dan kejuaraan ( bila ada ) dapat dijadikan satu demikian pula penyerahannya.
4. Susunan Tata Upacara dimungkinkan antar daerah berbeda, di atas hanyalah sekedar contoh saja.















TEKS DO’A
HARI PRAMUKA KE-50
KWARTIR RANTING KECAMATAN SINDANGBARANG
TAHUN 2010

Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Lagi Maha Penyayang, atas ridho dan keagungan-Mu ya Allah, perkenankanlah kami segenap yang hadir dalam Upacara Hari Pramuka ke-50, memanjatkan puji dan syukur ke Hadirat-Mu, atas limpahan rahmat dan anugerah-Mu yang tiada terhingga, semoga kami termasuk hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat karunia-MU.

Ya Allah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Perkasa, limpahkanlah kepada kami, seluruh anggota Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Sindangbarang kekuatan lahir dan batin, keteguhan iman, kesabaran yang dalam, ketabahan serta kekuatan; dalam menjalankan segala tugas dan tanggung jawab kami, sehingga kami mampu melaksanakannya dengan bimbingan, naungan, ridho dan hidayah-Mu.

Ya Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pandai, berilah kami ilmu yang bermanfaat dan jadikanlah kami manusia pembangunan yang berguna bagi bangsa, negara dan agama.

Ya Allah Yang Maha Pemaaf  lagi Maha Pengampun, ampunilah segala dosa dan kesalahan kami, kedua orang tua kami, para pemimpin kami, seluruh pahlawan bangsa kami, khususnya Pahlawan Gerakan Pramuka.
Bimbinglah kami seluruh anggota Pramuka Kwartir Ranting Kecamatan Sindangbarang ke jalan yang lurus lagi benar, sebagaimana jalannya orang-orang yang telah engkau beri kenikmatan. Jauhkanlah kami dari segala bencana dan malapetaka yang membawa kerusakan

Ya Allah, kabulkanlah segala do’a dan permohonan kami
Amin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.



TEKS RENUNGAN
PERINGATAN HARI PRAMUKA KE ………   TAHUN …………………..
 
Suasana malam hening
Sebersit cahaya merona redup
Semilir angin berhembus pelan
Menuai kesan kesejukan alam
Menempa ketabahan hati kehidupan insani

Tak terasa ……… tahun telah berlalu
Saat tercipta Praja Muda Karana
Yang siap sedia mempersiapkan kaum muda
Yang tidak hanya mencintai diri sendiri
Melainkan kaum muda yang cinta Tanah Air,
Bangsa, Negara, Agama dan Keluarga

Malam yang hening ini
Adalah wahana merenung diri
Mengingat kembali makna pandu sejati
Mengemban tugas suci bakti diri

Sentuhan angin malam telah membawaku
Untuk bertanya tugas mulia diriku
Apa yang telah kuberikan kepada bangsaku
Apa yang dapat kuperbuat untukmu negaraku
Sampai dimana ukuran bakti yang aku semaikan
Suatu pertanyaan yang dapat terjawab
Bagi Anggota Pramuka harapan bangsa

Praja Muda Karana harapan Ibu Pertiwi
Dipundakmu tertumpu tanggung jawab dan tugas suci
Mempersiapkan kaum muda yang sehat
Untuk hidup dalam dunia yang penuh tantangan
Mampukah mewujudkan cita-cita mulia
Janji dan ketentuan moral yang terpancar
Dijiwahi sinar Kode Kehormatan Gerakan Pramuka,
Adalah jawabannya.

Praja Muda Karana Ksatria Bangsa
Esok lusa akan kutanamkan benih-benih kebajikan
Akan kutaburkan warna keluhuran jiwa
Akan kulaksanakan Tri Bakti Pramuka

Saudaraku pengabdian adalah segala-galanya
Kepada Tuhan
Kepada Negara
Kepada Bangsa
Kepada Keluarga
Untuk ikut menciptakan masyarakat adil makmur,
Dan mewujudkan masa depan yang lebih gemilang.
NASKAH PELAKSANAAN RENUNGAN ULANG JANJI
PADA PERINGATAN HARI PRAMUKA

( Pukul 19.15 WIB )
Peserta sudah berkumpul ditempat yang telah ditentukan.
( Pukul 19.45 WIB )
Terdengar alunan sangkala pertanda panggilan bagi peserta Renungan untuk menuju tempat upacara dan satu persatu menempatkan diri membentuk lingkaran persaudaraan, dengan pusat pandangan obor / pelita lambing semangat menyala dalam mencapai cita-cita mulia.
( Pukul 20.00 WIB )
Menjelang fajar, Hari Pramuka, Tahun 2006, acara Peringatan hari Pramuka, dilaksanakan pada malam yang tenang ini, kita semua, para anggota Pramuka dewasa Gerakan Pramuka, berkumpul disini, untuk merenungkan, hasil – hasil karya, yang telah berlalu, dengan segala keberhasilan dan kekurangannya.
Marilah, kita mulai-pertemuan ini, dengan saling memberikan hormat, sebagai tanda persaudaraan kita, serta, untuk meningkatkan penghayatan, dan Pengamalan Pancasila.
Pemimpin Upacara : HORMAT………….GRAK …….TEGAK ………..GRAK.

Kiranya Kakak …….…………( sebut nama pembina upacara ) selaku pembina upacara berkenan menempatkan diri.
Dengarkan, apa yang tersirat dalam Dasa Darma Pramuka.
Kita tanamkan dihati kita, kita hayati, dan kita amalkan, dengan sepenuh usaha.
Kita nyalakan, api semangat, Dasa Darma.
10 (sepuluh) pembawa obor dengan langkah yang mantap maju ketengah satu per satu menyalakan obor yang diambil dari pelita yang menyala di pusat arena.
Berurutan Dasa Darma diucapkan, disertai nyala obor dalam sikap sempurna yang menerangi segenap peserta upacara.
Setelah Dasa Darma ke-10 diucapkan, petugas lagu mengumandangkan kalimat terakhir dari lagu Satya Darma Pramuka ………." KAMI JADI PANDUMU"…….. (kemudian diikuti oleh semua peserta renungan)
Sang Merah Putih, lambang kebanggaan bangsa Indonesia, mencerminkan keberanian karena membela yang benar, akan menjadi saksi, apa yang kita renungkan.

( Bendera Merah Putih memasuki arena upacara dan menemparkan diri di tengah arena dengan mengambil posisi sebelah kanan depan Pembina Upacara ).
Bersamaan dengan masuknya Sang Merah Putih, pemimpin upacara memberikan aba – aba : ” KEPADA SANG MERAH PUTIH, HORMAT…..GRAK ” TEGAK…..GRAK.

Marilah, kita merenungkan perjalanan kita, mengabdikan diri kepada Nusa dan Bangsa, melalui wadah Pendidikan Kepanduan Nasional Gerakan Pramuka, Pendidikan Kepanduan Praja Muda Karana, yang pada tahun ini, tepatnya, tanggal 14 Agustus.200...., telah berjalan selama, ........tahun.

Pembaca Renungan oleh Petugas, pelan dan khidmad.
Selanjutnya Kakak …….…………( sebut nama pembina upacara ) selaku pembina upacara mengantarkan kita semua untuk Ulang Janji sebagai bhakti kepada Nusa dan Bangsa tercinta dan juga sebagai tekat penerus cita – cita Pahlawan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia, khususnya Pahlawan Pendidikan Kepramukaan.
Pembina Upacara mengajak peserta untuk Ulang Janji, para peserta upacara memegang ujung setangan leher Merah Putih dan menempelkannya pada dada sebelah kiri, tangan kanan memberikan hormat.
Setelah Ulang Janji Petugas lagu mengumandangkan kalimat terakhir lagu Bagimu Negeri ” BAGIMU NEGRI ……… JIWA RAGA KAMI ……..”

Cukuplah sudah Sang Merah Putih menjadi saksi dan kini berkenan untuk disimpan kembali.

Sang Merah Putih berjalan keluar dari lingkaran dan pemimpin upacara memberikan aba – aba : ” KEPADA SANG MERAH UTIH, HORMAT…..GRAK ” TEGAK…..GRAK.

Satya Darma Peamuka telah kita Ikrarkan bersama, kita masing-masing
telah menjanjikan diri untuk menghayati, melaksanakan dan mengamalkan.
Namun….. kita perlu menundukkan kepala, memohon rahmat, karunia dan bimbingan-Nya agar apa yang telah kita Ikrarkan itu dapat terlaksana dengan baik, sebagai taqwa kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sidamping itu kita do’akan pula bersama agar arwah Pahlawan termasuk arwah Pahlawan Pramuka, dapat diterima disisi –Nya sesuai dengan amal bhakti yang telah diperbuat dalam masa hidupnya.
Pembawa do’a maju satu langkah, dan membacakan Do,a.
Semua peserta renungan dengan khidmad membacakan do’a menurut agama dan keyakinannya masing-masing.
Rasa syukur kita penjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.
Petugas lagu mengumandangkan kalimat terakhit lagu Syukur ” SYUKUR AKU SEMBAHKAN KEHADIRATMU TUHAN ……… Kemudian diikuti oleh peserta renungan.
Akhirnya …….Selamat, Selamat, Selamat memperingati Hari Pramuka Tahun .........., dan Semoga Tuhan Yang Maha Agung senantiasa memberikan ridho dan bimbingan kepada seluruh Warga Gerakan Pramuka dalam usahanya memberikan setitik bhakti mengabdi Ibu Pertiwi.
Kemudian sebagai penutup acara marilah kita saling memberikan hormat, dan setelah itu saling berjabatan tangan sebagai tanda keakraban persaudaraan diantara kita.
Pemimpin Upacara : ” HORMAT………….GRAK …….TEGAK …….GRAK ”
Kiranya Kakak …………………..selaku Pembina Upacara berkenan kembali ketempat semula.
( acara selesai )
Kepada para Tamu, Hadirin dan peserta Upacara, kami sampaikan ucapan terima kasih.
Selanjutnya kepada Kakak-kakak berkenan menempatkan diri untuk saling berjabatan tangan.

SELAMAT MEMANDU DAN DIRGAHAYU GERAKAN PRAMUKA INDONESIA

Catatan :
Para Pembina/ Pandega/ Penegak dapat menyusun naskah semacam ini, yang menarik  dalam upacara renungan ini berbeda dengan pada upacara pada umumnya. Begitulah ciri khas Pramuka.
Teks yang di tercetak miring/ biru adalah naskah yang dibacakan oleh pembawa acara ( Bisa 2 orang )
TEKS-NASKAH ULANG JANJI
Menjelang Hari Pramuka, Warga Gerakan Pramuka tentunya akan melaksanakan kegiatan Renungan. Dalam Acara Renungan dilakukan Ulang Janji dengan mengucapkan Tri Satya, berikut sekedar ini contoh naskah Ulang janji yang dibacakan oleh pembina upacara untuk diikuti oleh peserta upacara renungan.

NASKAH ULANG JANJI

PERINGATAN HARI PRAMUKA KE – … TAHUN ……

KWARTIR CABANG GERAKAN PRAMUKA ………….

Adik – adik dan Kakak – kakak warga Gerakan Pramuka yang berbahagia.
Pada malam yang berbahagia ini, marilah kita bersyukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada kita semuanya.
SAUDARA …………..
Setelah kita renungkan bersama akan perjalanan perjuangan dan pengabdian kita, maka pada kesempatan yang baik ini marilah kita semua sebagai Pandu Indonesia membulatkan tekad, mengorbankan semangat untuk meneruskan perjuangan dan pengabdian itu demi tercapainya tujuan bangsa, yakni masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila.
Sebelum itu marilah kita tundukkan kepala, mohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar apa yang telah kita Satya-kan mendapat Ridho dan bimbingan-Nya.
Berdo’a dipersilahkan …………………………………..
Amin.
                    Adik – adik dan Kakak – kakak sekalian,
Marilah kita pegang Sang Merah Putih yang ada di pundak kita, dengan maksud agar selama jantung kita masih berdetak, kita akan selalu ingat, bahwa dipundak kita, dipercayakan tugas dan tanggungjawab untuk melaksanakan janji Pramuka Indonesia, Tri Satya.
Tirukanlah :



Bentuk Barisan Dalam Gerakan Pramuka

Berdasarkan PP tentang Upacara dalam Gerakan Pramuka bahwa semua upacara dalam Gerakan Pramuka mengandung unsur-unsur pokok tertentu, salah satunya adalah bentuk barisan menurut golongannnya ( S, G, T dan D )
Bentuk barisan yang digunakan oleh peserta upacara ( Pada Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan ) selalu disesuaikan dengan perkembangan jiwa peserta didik. Bentuk barisan tersebut adalah sbb :

1)  Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Siaga adalah lingkaran, karena perhatian dan perkembangan jiwanya masih terpusat  pada orang tua/ Keluarga atau Pembina.
 
2)   Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Penggalang adalah bentuk angkare, karena perhatian dan perkembangan jiwanya telah mulai terbuka.
 
3)   Bentuk barisan upacara di satuan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega adalah bersaf, karena perhatian dan perkembangan jiwanya sudah terbuka luas.
 
4)      Jika peserta upacara itu terdiri dari dua golongan atau lebih, maka bentuk barisan yang digunakan ditentukan oleh pimpinan upacara atau pengatur upacara sesuai dengan keadaan setempat, Seperi Upacara pindah golongan, upacara peringatan hari besar/ hari Pramuka dll.

Penggolongan Usia di Gerakan Pramuka

Penggolongan Usia di Gerakan Pramuka

Kedudukan dan keanggotaan di Gerakan Pramuka berdasarkan Usia :
Peserta didik, Anggota Muda dan Dewasa Muda.
1. Pramuka Siaga                      :   7 – 10 Tahun
2. Pramuka Pengalang               : 11 -  15 Tahun
3. Pramuka Penegak                 : 16 – 20 Tahun
4. Pramuka Pandega                 : 21 -  25 Tahun

Anggota Dewasa, Pembina dan Pembantu Pembina :
Pembina Pramuka dan Pembantu Pembina Pramuka diatur sebagai berikut:
a. Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia 21 tahun,
Pembantu Pembina Siaga sekurang-kurangnya berusia  17 tahun.
b. Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia 21 tahun,
Pembantu Pembina Penggalang sekurang-kurangnya berusia  20 tahun.
c. Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia  25 tahun,
Pembantu Pembina Penegak sekurang-kurangnya berusia 23 tahun.
d. Pembina Pandega sekurang-kurangnya berusia 28 tahun,
Pembantu Pembina Pandega sekurang-kurangnya 26 tahun.
e. Andalan dan Anggota Majelis Pembimbing sekurang-kurangnya berusia 26 tahun, kecuali Ketua dan Wakil Ketua Dewan Kerja Pramuka yang ex-officio menjadi anggota kwartir/andalan.


Arti Lambang WOSM dan WAGGGS

 
ARTI LAMBANG WOSM ( The World Organization of the Movement )
Kompas : Melambangkan suatu peringatan bagi Pandu/ Pramuka agar selalu berbuat kebenaran dan dapat dipercaya seperti fungsi kompas, serta tetap menjaga cita-citanya dan perannya sebagai penunjuk jalan.
Treefoil / Bunga dengan Tiga Ujung : Melambangkan tiga janji Pandu / Scout Promise
Dua Bintang : melambangkan anggota Pandu/ Pramuka berupaya untuk dapat memberi penerangan dan menolong dalam kebenaran dan pengetahuan.
Tali melingkar dengan ujung membentuk simpul mati : melambangkan bahwa sesama Pandu/ Pramuka mengadakan hubungan persahabatan dan persaudaraan antar Pramuka di seluruh dunia.
Warna :  Putih melambangkan jiwa yang berhati suci, sedangkan warna dasar ungu melambngkan bahwa Pandu/ Pramuka memiliki ketrampilan kepemimpinan dan suka menolong orang lain.

 
ARTI LAMBANG WAGGGS ( The World Association of Girl Guide and Girl Scout )
Simbol berwarna emas dengan latar belakang biru cemerlang, melambangkam matahari yang menyinari anak di dunia.
Tiga daun melambngkan tiga Janji Pandu/ Pramuka Puteri.
Tangkai berbentuk melingkar melambangkan cinta kemanusiaan.
Jarum kompas, melambangkan selalu mentaati janji dan ketentuan moral.
Motto WAGGGS adalah ‘ Sedia ‘ / ‘ Be Prepare ‘

Catatan : Bahwa sejak tahun 2001, Gerakan Pramuka sudah tidak lagi menjadi anggota WAGGGS, dengan demikian tanda tersebut tidak dipergunakan lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar